Vivo kembali merilis seri terbaru mereka yang cukup menarik perhatian, yaitu Vivo Y600 Pro. Smartphone ini baru saja diumumkan pada 27 April 2026 dan langsung jadi bahan pembicaraan karena membawa baterai besar, layar luas, serta chipset kelas menengah yang cukup kuat untuk kebutuhan harian maupun gaming ringan. Dengan desain yang cukup tebal namun masih terlihat modern, perangkat ini ditujukan untuk pengguna yang butuh daya tahan tinggi dan performa stabil dalam satu paket.
Spesifikasi Vivo Y600 Pro
Vivo Y600 Pro hadir dengan layar AMOLED 6,83 inci beresolusi 1260 x 2800 piksel. Layar ini sudah mendukung refresh rate 120Hz, sehingga tampilan terasa lebih halus saat scrolling atau bermain game. Tingkat kecerahan dan warna juga terlihat lebih hidup berkat dukungan 1 miliar warna.
Dari sisi performa, smartphone ini dibekali chipset MediaTek Dimensity 7300e dengan fabrikasi 6 nm. Prosesor ini dipadukan dengan RAM 8GB hingga 12GB, serta penyimpanan internal mulai dari 128GB hingga 512GB. Sayangnya, tidak tersedia slot microSD, jadi kapasitas penyimpanan harus dipilih dari awal.
Untuk kamera, bagian belakang membawa sensor utama 50MP yang sudah mendukung PDAF dan fitur HDR. Sementara kamera depan menggunakan lensa 32MP yang cukup mumpuni untuk selfie dan video call. Kedua kamera ini sudah mendukung perekaman video hingga 1080p.
Hal yang cukup menonjol dari Vivo Y600 Pro adalah baterainya yang sangat besar, yaitu 10.200 mAh. Dengan dukungan fast charging 90W, pengisian daya bisa dilakukan lebih cepat meskipun kapasitasnya besar. Selain itu, perangkat ini juga sudah memiliki sertifikasi IP68/IP69 yang membuatnya tahan air dan debu.
Harga Vivo Y600 Pro
Harga resmi global Vivo Y600 Pro diperkirakan berada di angka sekitar 250 Euro. Jika dikonversi ke rupiah, kisarannya ada di sekitar Rp4.300.000 hingga Rp4.600.000, tergantung kurs dan pajak di masing-masing negara. Harga ini masih bisa berubah saat masuk ke pasar Indonesia secara resmi.
Vivo Y600 Pro bisa dibilang sebagai salah satu smartphone yang fokus pada daya tahan baterai dan layar besar. Dengan kombinasi chipset yang cukup modern, RAM besar, serta baterai jumbo, perangkat ini cocok untuk pengguna yang aktif seharian tanpa sering mencari charger. Jika masuk ke Indonesia dengan harga yang sesuai, ponsel ini berpotensi cukup laris di kelas menengah.












