Xiaomi 18 Fold tampaknya mendapatkan respons yang cukup kuat sejak pertama kali dijual. Foldable terbaru Xiaomi tersebut dilaporkan berhasil terjual sekitar 36.000 unit hanya dalam satu hari setelah mulai tersedia di China.
Angka tersebut menjadi semakin menarik karena Xiaomi menyebut penjualan generasi terbaru ini meningkat hingga 310 persen dibandingkan foldable generasi sebelumnya pada segmen harga yang sama.
Dengan harga yang masuk kategori ultra-premium, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Xiaomi mulai mendapatkan perhatian lebih besar di pasar smartphone lipat.
Xiaomi 18 Fold Terjual 36.000 Unit di Hari Pertama
Xiaomi memperkenalkan Xiaomi 18 Fold pada 7 September sebelum mulai menjualnya di China pada 10 September.
Menurut informasi dari RD Observation, Xiaomi berhasil menjual sekitar 36.000 unit pada hari pertama penjualan. Jumlah tersebut mungkin terlihat kecil jika dibandingkan dengan penjualan smartphone biasa yang bisa mencapai jutaan unit, tetapi pasar foldable memang memiliki skala yang berbeda.
Smartphone lipat memiliki harga jauh lebih tinggi dan menyasar kelompok konsumen yang lebih terbatas. Karena itu, penjualan puluhan ribu unit dalam satu hari bisa menjadi awal yang cukup menjanjikan.
Terlebih lagi, Xiaomi 18 Fold bukan perangkat yang ditawarkan dengan harga murah.
Harga Xiaomi 18 Fold Mulai Rp24 Jutaan
Xiaomi 18 Fold dibanderol mulai 10.999 yuan atau sekitar US$1.500. Dengan harga tersebut, perangkat ini sudah masuk ke kategori smartphone flagship ultra-premium.
Varian dengan RAM 16GB dan penyimpanan 1TB memiliki harga 14.999 yuan atau sekitar US$2.050.
Xiaomi juga menyediakan edisi khusus dengan material keramik. Varian tersebut membawa RAM 16GB dan penyimpanan 1TB dengan harga 15.999 yuan, atau sekitar US$2.190.
Dengan harga yang bisa menembus lebih dari US$2.000, penjualan sekitar 36.000 unit pada hari pertama menjadi pencapaian yang cukup menarik.

Penjualan Naik 310 Persen dari Generasi Sebelumnya
Angka 36.000 unit bukan satu-satunya hal yang menarik dari peluncuran Xiaomi 18 Fold. Xiaomi juga mengungkapkan bahwa penjualan perangkat baru tersebut meningkat sekitar 310 persen dibandingkan foldable generasi sebelumnya pada kategori harga yang sama.
Sebelum angka tersebut muncul, Xiaomi sebenarnya sudah memberikan tanda bahwa permintaan terhadap perangkat ini cukup tinggi.
Pada 8 September, Vice President sekaligus CMO Xiaomi Group, Xu Fei, mengatakan bahwa perangkat foldable baru tersebut mendapatkan respons yang sangat baik. Presiden Xiaomi China, Wang Xiaoyan, kemudian mengungkapkan angka pertumbuhan penjualannya.
Kenaikan 310 persen menjadi indikator penting karena konsumen foldable sekarang memiliki banyak pilihan. Xiaomi harus bersaing dengan berbagai produsen seperti Samsung, Honor, Vivo, OPPO, dan Huawei.
Artinya, Xiaomi 18 Fold tidak hanya menawarkan bentuk smartphone yang berbeda, tetapi juga harus mampu membuat konsumen memilihnya dibandingkan perangkat dari kompetitor.
Xiaomi 18 Fold Membawa Layar yang Lebih Terang
Xiaomi memberikan sejumlah peningkatan pada layar 18 Fold. Perangkat ini menggunakan layar luar berukuran 5,38 inci dan layar utama yang dapat dilipat dengan ukuran 7,58 inci.
Kedua layar tersebut menggunakan full RGB pixel layout dan memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 4.000 nits.
Layar utama juga mendapatkan lapisan anti-reflektif. Fitur ini dirancang untuk membantu mengurangi pantulan cahaya ketika perangkat digunakan di luar ruangan.
Dengan ukuran layar internal yang besar dan tingkat kecerahan tinggi, Xiaomi 18 Fold bisa menjadi perangkat yang menarik untuk produktivitas sekaligus konsumsi konten.
Gunakan Chip XRING O3 Buatan Xiaomi
Salah satu perubahan terbesar pada Xiaomi 18 Fold terdapat pada bagian chipset. Xiaomi tidak menggunakan Snapdragon dari Qualcomm untuk perangkat ini. Sebagai gantinya, perusahaan memasang chipset buatannya sendiri yang disebut XRING O3.
Penggunaan chipset tersebut membuat Xiaomi 18 Fold menjadi lebih penting bagi Xiaomi daripada sekadar produk foldable baru. Xiaomi memang semakin berusaha mengembangkan hardware inti buatannya sendiri.
Selain chipset, smartphone ini juga menggunakan memori LPDDR6. Kombinasi chipset buatan Xiaomi dan memori generasi baru tersebut menjadi salah satu bagian yang membedakan 18 Fold dari beberapa foldable Xiaomi sebelumnya.
Kamera Leica Kembali Menjadi Andalan
Sektor kamera Xiaomi 18 Fold juga masih mendapatkan sentuhan Leica.
Xiaomi kembali bekerja sama dengan Leica untuk sistem kameranya, sehingga perangkat ini tidak hanya berfokus pada desain dan performa layar.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu ciri khas flagship Xiaomi dalam beberapa tahun terakhir. Detail lengkap konfigurasi kamera menjadi bagian penting dari kemampuan perangkat ini, terutama karena foldable premium kini semakin sering digunakan sebagai smartphone utama.
Xiaomi Mulai Mendapatkan Momentum di Pasar Foldable
Xiaomi sebenarnya sudah cukup lama masuk ke pasar smartphone lipat. Namun, perhatian terhadap produk foldable Xiaomi sering kali masih berada di bawah Samsung dan beberapa produsen China lainnya.
Xiaomi 18 Fold berpotensi mengubah situasi tersebut.
Penjualan 36.000 unit pada hari pertama memang belum cukup untuk menyebut perangkat ini sebagai kesuksesan besar. Pembeli pada hari peluncuran biasanya merupakan konsumen yang sudah sangat tertarik dengan produk baru.
Data penjualan selama beberapa bulan ke depan akan menjadi indikator yang lebih penting untuk melihat apakah permintaan tersebut bisa bertahan.
Meski begitu, pertumbuhan sebesar 310 persen dibandingkan generasi sebelumnya sulit untuk diabaikan.
Harga Mahal Tidak Menghentikan Minat Konsumen
Hal yang membuat pencapaian Xiaomi 18 Fold semakin menarik adalah harganya. Xiaomi tidak mencoba menarik konsumen dengan menawarkan foldable murah.
Harga awalnya sekitar US$1.500, sementara varian tertinggi bisa melewati US$2.000. Dengan posisi tersebut, Xiaomi 18 Fold langsung berhadapan dengan smartphone foldable premium dari berbagai merek.
Kenaikan penjualan 310 persen menunjukkan bahwa sebagian konsumen tetap tertarik meskipun harga perangkat berada di level ultra-premium.
Ini juga bisa menjadi tanda bahwa Xiaomi mulai lebih dipercaya untuk bersaing di segmen foldable kelas atas.
Xiaomi 18 Fold Masih Terbatas di China
Untuk saat ini, Xiaomi 18 Fold baru tersedia di China. Xiaomi belum mengonfirmasi apakah perangkat tersebut akan diluncurkan secara global.
Jika Xiaomi benar-benar membawa 18 Fold ke pasar internasional, persaingan foldable bisa menjadi semakin menarik. Samsung masih menjadi salah satu pemain utama, sementara produsen seperti Honor terus menawarkan perangkat yang lebih tipis dan ringan.
Di sisi lain, Apple juga mulai masuk ke persaingan perangkat foldable dengan iPhone Duo.
Karena itu, kehadiran Xiaomi 18 Fold di pasar global bisa memberikan pilihan tambahan bagi konsumen yang mencari smartphone lipat premium.
Xiaomi 18 Fold Bisa Jadi Langkah Besar Xiaomi
Xiaomi 18 Fold menunjukkan awal yang cukup kuat dengan penjualan sekitar 36.000 unit pada hari pertama dan peningkatan 310 persen dibandingkan generasi sebelumnya dalam segmen harga yang sama.
Perangkat ini juga membawa sejumlah teknologi baru, mulai dari layar 4.000 nits, chipset XRING O3 buatan Xiaomi, memori LPDDR6, hingga kamera yang dikembangkan bersama Leica.
Namun, masih terlalu dini untuk menyebutnya sebagai kesuksesan besar. Performa penjualan dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi penentu sebenarnya.
Jika permintaan tetap tinggi, Xiaomi 18 Fold bisa menjadi salah satu produk yang membantu Xiaomi mendapatkan posisi lebih kuat di pasar smartphone foldable. Tantangan berikutnya adalah apakah Xiaomi berani membawa perangkat tersebut keluar dari China dan bersaing secara langsung di pasar global.












