Baru-baru ini, beberapa pengguna Xiaomi menemukan masalah aneh di sistem HyperOS mereka. Siklus baterai—yang seharusnya mencatat berapa kali baterai telah diisi ulang—tiba-tiba turun drastis tanpa alasan jelas.
Beberapa pengguna yang sebelumnya mencatat belasan atau puluhan siklus, kini hanya melihat angka 1 atau 2 saja. Hal ini tentu membuat banyak orang bingung dan bertanya-tanya apakah ada yang salah pada perangkat mereka.

Di beberapa forum online dan grup Facebook, pengguna mulai melaporkan kejadian serupa. Salah satu contohnya adalah pengguna yang siklus baterainya turun dari 28 menjadi hanya 2 setelah melakukan pembaruan sistem.
Meskipun performa baterai secara umum tetap baik, data ini tentu jadi tidak akurat dan bisa menyesatkan, terutama untuk mereka yang terbiasa memantau kondisi perangkat secara rutin.
Bug Baterai Ini Akan Berdampak Kemana?
Banyak pengguna lainnya membagikan pengalaman serupa, dan sebagian mulai khawatir soal transparansi data dari HyperOS. Meski tidak memengaruhi kinerja ponsel secara langsung, hal ini cukup mengganggu, terutama bagi mereka yang memanfaatkan data tersebut untuk menjaga umur pakai perangkat atau saat akan menjualnya kembali.
Di pasar ponsel bekas, informasi soal kondisi baterai jadi hal penting yang sering diperiksa pembeli. Dengan adanya bug ini, data tersebut bisa saja terlihat lebih baik dari kenyataan, dan bisa menimbulkan ketidakpercayaan terhadap kondisi asli perangkat. Calon pembeli bisa saja berpikir bahwa baterai masih baru, padahal sebenarnya tidak.
Masalah ini memang tidak berdampak ke performa langsung, tapi Xiaomi sebaiknya segera memberikan penjelasan atau perbaikan. Pasalnya, kepercayaan pengguna bisa terpengaruh jika data penting seperti ini tidak bisa lagi diandalkan.


















