Huawei baru saja memperkenalkan empat smartphone baru dari keluarga Mate 90 di pasar China. Dari beberapa model yang diperkenalkan, Mate 90 Pro Max dan Mate 90 RS menjadi dua perangkat dengan spesifikasi paling tinggi karena menggunakan chipset terbaru Huawei, yaitu Kirin 9050 Pro.
Huawei sendiri belum memberikan banyak informasi soal chipset tersebut. Namun, performanya mulai terlihat setelah Huawei Mate 90 Pro Max muncul di Geekbench 7. Hasil pengujian ini memberikan gambaran awal tentang kemampuan CPU yang digunakan pada ponsel flagship terbaru Huawei tersebut.
Hasil Benchmark Huawei Mate 90 Pro Max
Huawei Mate 90 Pro Max dengan nomor model CMM-AL10 tercatat mendapatkan skor rata-rata 1.317 poin untuk pengujian single-core dan 5.381 poin pada multi-core di Geekbench 7.
Sementara itu, skor tertinggi yang tercatat saat ini mencapai 1.528 poin untuk single-core dan 6.169 poin untuk multi-core.
Jika melihat hasil tersebut, performa CPU Kirin 9050 Pro berada di antara Snapdragon 8 Gen 1 dan Snapdragon 8 Gen 2 yang dirilis Qualcomm beberapa tahun sebelumnya.
Hasil benchmark tentu tidak bisa menjadi satu-satunya patokan untuk menilai performa sebuah smartphone. Penggunaan sehari-hari juga dipengaruhi oleh software, sistem pendingin, optimasi aplikasi, dan pengaturan perangkat.
Meski begitu, kemunculan Mate 90 Pro Max di Geekbench memberikan informasi yang cukup menarik karena Huawei belum menjelaskan secara lengkap spesifikasi Kirin 9050 Pro.
Spesifikasi CPU Kirin 9050 Pro

Data dari Geekbench juga memperlihatkan konfigurasi CPU yang digunakan Kirin 9050 Pro.
Chipset ini tercatat memakai CPU dengan total sembilan core. Konfigurasinya terdiri dari:
- 1 core Prime dengan kecepatan hingga 3,1 GHz.
- 6 core Performance dengan kecepatan 2,7 GHz dan 2,2 GHz.
- 2 core Efficiency dengan kecepatan 1,75 GHz.
Susunan tersebut menunjukkan bahwa Kirin 9050 Pro memakai kombinasi core untuk menangani berbagai jenis pekerjaan. Core berperforma tinggi dapat digunakan untuk tugas berat, sedangkan core efficiency lebih cocok untuk pekerjaan ringan agar penggunaan daya tetap terkontrol.
Selain CPU, chipset ini juga membawa GPU Maleoon 955. GPU tersebut tercatat memiliki enam core dengan kecepatan 1,05 GHz.
Kirin 9050 Pro Masih Belum Banyak Diketahui
Huawei belum memberikan penjelasan resmi mengenai seluruh detail Kirin 9050 Pro. Karena itu, sebagian informasi mengenai chipset ini masih berasal dari hasil benchmark dan laporan pihak ketiga.
Salah satu laporan dari Bernstein Research menyebut bahwa Kirin 9050 Pro kemungkinan dibuat menggunakan proses fabrikasi kelas 7nm dari SMIC.
Laporan tersebut juga menyebut penggunaan teknologi proses SMIC N+2 atau N+3. Namun, bagian ini belum dikonfirmasi langsung oleh Huawei, sehingga sebaiknya dianggap sebagai informasi sementara.
Untuk saat ini, hasil Geekbench menjadi salah satu sumber yang bisa digunakan untuk melihat gambaran awal kemampuan chipset tersebut.
Dengan skor yang terlihat di Geekbench 7, Kirin 9050 Pro belum menunjukkan performa CPU yang setara dengan chipset flagship Qualcomm generasi terbaru. Namun, posisinya cukup menarik jika dibandingkan dengan Snapdragon 8 Gen 1 dan Snapdragon 8 Gen 2.
Huawei memang memiliki pendekatan sendiri dalam mengembangkan chipset untuk perangkat buatannya. Selain mengejar performa, integrasi antara chipset, sistem operasi, dan perangkat keras juga menjadi bagian penting dari pengalaman penggunaan.
Karena itu, hasil benchmark awal ini masih perlu dilihat bersama performa nyata Mate 90 Pro Max setelah digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti bermain game, menjalankan banyak aplikasi, merekam video, dan aktivitas harian lainnya.
Mate 90 Pro Max Jadi Salah Satu Perangkat Penting Huawei
Kehadiran Kirin 9050 Pro pada Mate 90 Pro Max dan Mate 90 RS menunjukkan bahwa Huawei terus mengembangkan chipset sendiri untuk perangkat kelas atas.
Mate 90 Pro Max sendiri menjadi salah satu model utama dalam seri Mate 90. Dengan chipset baru, Huawei memiliki komponen penting yang bisa digunakan untuk mendukung performa flagship terbarunya.
Untuk sekarang, masih ada beberapa informasi yang belum diketahui secara resmi, terutama soal proses produksi Kirin 9050 Pro dan kemampuan GPU Maleoon 955 dalam penggunaan nyata.
Jika Huawei nantinya memberikan informasi teknis lebih lengkap atau Mate 90 Pro Max menjalani lebih banyak pengujian, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kemampuan chipset tersebut.
Huawei Mate 90 Pro Max telah memperlihatkan hasil awal Kirin 9050 Pro melalui Geekbench 7. Ponsel tersebut mencatat rata-rata 1.317 poin single-core dan 5.381 poin multi-core, sementara skor tertinggi yang tercatat mencapai 1.528 dan 6.169 poin.
Kirin 9050 Pro menggunakan CPU sembilan core dengan core utama hingga 3,1 GHz serta GPU Maleoon 955 dengan enam core. Ada juga laporan yang menyebut chipset ini dibuat dengan proses 7nm dari SMIC, meski informasi tersebut belum dikonfirmasi oleh Huawei.
Untuk saat ini, hasil Geekbench memberikan gambaran awal mengenai performa Kirin 9050 Pro. Performa sebenarnya masih perlu dilihat setelah Mate 90 Pro Max tersedia lebih luas dan menjalani pengujian dalam penggunaan sehari-hari.













