Dunia telekomunikasi kini resmi memasuki fase standarisasi 6G, dan Xiaomi tidak ingin ketinggalan. Perusahaan ini menunjukkan keseriusannya dengan membawa sejumlah usulan teknis pada pertemuan perdana 6G Radio Access Network (RAN) yang digelar di Bangalore.
Beberapa ide yang mereka ajukan antara lain manajemen sinyal berbasis beam yang lebih detail serta peningkatan komunikasi jarak dekat, demi menghadirkan koneksi yang lebih cepat dan stabil.
Awal Perjalanan Standarisasi 6G
Pertemuan 6G RAN pertama dari 3GPP berlangsung pada 25–29 Agustus dan dihadiri oleh 17 perusahaan teknologi besar. Dalam acara tersebut, ada 19 usulan teknis yang dibahas.
Hasilnya, ditetapkan dua jalur riset: satu untuk menentukan arah teknologi secara umum, dan satu lagi untuk memperinci standar teknis. Inilah titik penting di mana 6G mulai bergerak dari tahap penelitian menuju pembentukan standar nyata.
Xiaomi menaruh perhatian besar pada beam management. Teknologi ini memungkinkan sinyal dikirim lebih presisi ke pengguna jarak dekat, yang sangat penting untuk mencapai kecepatan tinggi dan latensi rendah. Langkah ini menegaskan ambisi Xiaomi untuk ikut membentuk arah jaringan generasi berikutnya.
Dalam pertemuan tersebut, topik yang diangkat meliputi desain inti akses radio 6G serta pembaruan model kanal frekuensi 7–24 GHz. Karakteristik komunikasi jarak dekat kini dianggap sebagai tolok ukur utama performa 6G, bukan lagi tambahan opsional.
Kolaborasi dan Persaingan Industri Xiaomi, Vivo, Apple
Perebutan posisi di dunia 6G penuh kerja sama sekaligus persaingan. Huawei dan HiSilicon menyoroti adaptasi protokol di frekuensi baru, sementara Xiaomi, Vivo, dan OPPO lebih fokus pada pengalaman pengguna.
Apple menyumbang pendekatan baru untuk model propagasi gelombang, dan Qualcomm menekankan penerapan di skenario nyata.
Upaya standarisasi ini akan membuka jalan bagi hadirnya jaringan 6G dengan kecepatan data yang jauh lebih tinggi dan latensi nyaris nol.
Bagi pengguna, hal ini berarti pengalaman digital yang lebih mulus, sementara bagi bisnis, 6G bisa mendorong model layanan baru serta keuntungan kompetitif di pasar global.
Dengan langkah aktif Xiaomi dan pemain besar lainnya, 6G tampaknya akan menjadi lompatan besar di dunia konektivitas.


















